Want to taste this life I leave stains
Which leads me to nature does not mean
Under all the attitude that I live in the day yesterday
My body was crying because it hurt
My soul cried because hurt
By passion and pride myself
In life aimlessly
From second to second only follow the footsteps
And I do not know where we are heading
To live tomorrow
Poetry : Repentance
|
Tag:
Spiritual Poetry
Puisi : Tobat
Ingin rasanya kutinggalkan noda hidup ini
Yang membawaku kealam tak berarti
Di bawah semua sikap yang aku jalani di hari kemarin
Ragaku menangis karena tersakiti
Jiwaku menjerit karena terlukai
Oleh nafsu dan keangkuhanku
Dalam kehidupan yang tak tentu arah
Dari detik kedetik hanya ikuti langkah kaki
Dan ku tak tahu harus melangkah kemana
Untuk jalani hari esok
|
Tag:
Spiritual Poetry
Anugerah Tuhan
Mentari tinggi berada diatas kepala
Menyinari bumi dan memberi kehidupan bagi semua insan
Gelap menjadi terang
Basah menjadi kering
Anugerah yang tak bias dijual dengan harta kehidupan
Hanya Tuhan yang dapat ciptakan
Sebagai karunia bagi mahluk ciptaan-Nya
Air memenuhi setiap kubangan di muka bumi
Menghambur di samudera lautan
Menyebar di penjuru daratan
Panas menjadi dingin
Kering menjadi basah
Unsur kesempurnaan bagi kehidupan
Tak bisa dibentuk, tak mampu ditiru
Hanya Tuhan yang mampu ciptakan
Sebagai nikmat bagi hamba abdi-Nya
|
Tag:
Spiritual Poetry
Sin Life
Only a sin which I do
From each of these life
Syetan sometimes traveled road
Line disobedience becomes color
Lust sometimes more powerful than a good trait
Creature whispers teaser
My heart always sounded ditelinga
I took leave of identity
And forget stepping next day
|
Tag:
Spiritual Poetry